Menjadi Terang Dunia melalui Kepedulian bagi Yang Miskin dan Yang Membutuhkan

Menjadi Terang Dunia melalui Kepedulian bagi Yang Miskin dan Yang Membutuhkan

Rilis Berita

Bali, yang terkenal sebagai tujuan wisata, baru-baru ini menjadi tajuk utama berita internasional ketika titik tertingginya, Gunung Agung, menyemburkan awan abu setinggi 6.000 meter ke atmosfer.

Pada tahun 1963, erupsi Gunung Agung menewaskan 1.000 orang. Guna mencegah terulangnya tragedi serupa, kali ini pihak berwenang setempat menetapkan zona eksklusi sejauh 10 km di sekitar kawah, memindahkan lebih dari 55.000 orang ke tempat-tempat pengungsian yang jauh dari rumah mereka.

Meskipun selamat dari erupsi gunung berapi, para penduduk terpaksa merasakan hawa dingin dan ketidaknyamanan selama berhari-hari. Dari anak-anak sampai orang-orang lanjut usia, semua penduduk dari tiga sampai empat desa kecil berkumpul hanya dengan membawa apa yang bisa mereka bawa. Selama empat hari, mereka hidup dengan makanan dan air terbatas yang disediakan oleh pemerintah, dan tidur di lantai beton hanya dengan atap di atas kepala mereka – tanpa selimut dan kasur.

Para anggota Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir segera menanggapi dengan mengulurkan bantuan.

Ketika Brother Sandi Pagalla dari Jakarta menerima panggilan telepon di pagi hari pada tanggal 29 November dari Desa Datah di mana 1.000 penduduk setempat berlindung di dalam bangunan-bangunan publik, ia segera menghubungi pemimpin Gereja untuk meminta selimut dan kasur. Kantor pusat Gereja di Asia yang berlokasi di Hong Kong juga segera bertindak untuk memberikan bantuan.

Upaya terpadu dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir ini sangat luar biasa, memungkinkan para pemimpin Gereja setempat di Bali untuk menyediakan sejumlah besar kasur dan selimut di hari itu juga. Sebelum pukul 6 petang, Presiden Thierry Amat dari Cabang Bali segera meluncur ke Gunung Agung.

Ia mengingat:

“Saya agak tahu betapa responsifnya Gereja dalam membantu [orang-orang] yang membutuhkan, tetapi saya benar-benar terkesan dengan betapa cepatnya tanggapan Gereja. Di sini, di Bali, kami berharap dapat meringankan beban para penduduk dari menghabiskan malam-malam mereka dalam keadaan dingin dan basah. Sewaktu saya berkendara ke sana, saya tidak tahu persis apa yang akan saya dapati. Saya hanya bersyukur kepada Allah atas kesempatan yang telah Ia berikan kepada kita untuk menjadi tangan-Nya dan menjadi bagian dari mukjizat-Nya [dan sebagai] saksi atas belas kasih-Nya yang lembut bagi semua anak-anak-Nya. Begitu banyak yang harus disyukuri, dari organisasi Gereja-Nya hingga kemurahan hati para anggotanya.”

Kasur dan selimut yang tiba di Desa Datah pada pukul 8:30 malam segera didistribusikan kepada mereka yang membutuhkan.

Catatan Panduan Gaya:Ketika melaporkan tentang Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir, mohon gunakan nama lengkap Gereja dalam rujukan pertama. Untuk informasi lebih lanjut mengenai penggunaan nama Gereja, pergi ke panduan gaya daring kami.Panduan Gaya.