YSA Multi Pasak 2018: Mengenal dan Menggali Potensi Rohani, Melayani Sesama, Melihat Ke Surga

Berita Terkini

Dengan Menggali Harta Rohani Tersembunyi Di Dalam Diri Dan Melakukan Pelayanan Kepada Sesama, Kita Sedang Mengarahkan Pandangan Ke Surga

4 Juni 2018 – Bogor. Ratusan lajang dari Pasak Jakarta, Surakarta, distrik dan beberapa cabang dalam Misi Indonesia - Jakarta seperti Medan, Bali, Menado, dan Timor Leste mengikuti Temu Remaja Dewasa Lajang Multipasak yang diselenggarakan pada 31 Mei – 2 Juni di Camp Hulu Cai, Bogor, Jawa Barat. Beberapa peserta yang berasal dari luar Indonesia seperti Singapura, Selandia Baru, Afganistan, Iran, dan Amerika Serikat juga ikut serta dalam acara yang digelar setiap dua tahun sekali ini.  

Tema yang diangkat tahun ini, “Mencari Di Dalam Diri, Menjangkau ke Luar, dan Memandang Ke Surga.” Tema ini berdasarkan pesan mendiang Presiden Thomas S. Monson “Search Inward, Reach Outward, Look Heavenward”. Dalam pesannya, Presiden Thomas S. Monson mengingatkan tentang pentingnya menggali potensi rohani dalam diri setiap individu untuk digunakan melayani sesama, dengan pandangan tertuju kepada Juru Selamat.

Ketika diwawancarai media di Jakarta, pada Kamis (31/5), peserta sekaligus Ketua Panitia Temu Lajang Multipasak 2018, Sesi Liningsih Suryono, menyampaikan, “Salah satu sasaran utama kegiatan ini untuk memperluas pandangan para lajang terhadap tujuan kekekalan. Semakin luas pandangan mereka, semakin berarti hidup mereka jadinya. Mudah-mudahan semakin besar pula pencapaian mereka. Seringkali kebanyakan dari kita terlalu berfokus kepada hal-hal yang sebenarnya bukan prioritas kehidupan.”

Hal senada diungkapkan salah seorang anggota panitia, Aminta Sibuea. Ia berharap, acara ini menjadi sarana efektif untuk meningkatkan kesadaran para lajang akan potensi yang ada dalam diri masing-masing. “Kita adalah putra dan putri Allah, kita mewarisi potensiNya,” imbuh Aminta yang menjabat kordinator program Temu Remaja Dewasa Lajang Multipasak 2018.  

Selama acara berlangsung, setiap peserta diberi kesempatan mengambil bagian dalam aktivitas rohani maupun jasmani. Setiap aktivitas memungkinkan para peserta berpartisipasi aktif, baik berkelompok maupun berpasangan. Hal ini untuk membangun perspektif dan pemahaman akan kehidupan para lajang di masa mendatang. Beberapa aktivitas bahkan secara khusus ditujukan untuk memperkuat kerohanian para peserta melalui praktek nyata terhadap hukum-hukum gereja dalam kehidupan sehari-hari.

Misalnya, kegiatan speed exhibition di hari pertama yang mengharuskan setiap peserta melempar bola tenis ke peserta lawan jenis. Peserta lawan jenis berhak menentukan untuk menerima atau menolak lemparan bola itu. Hal ini merefleksikan upaya memilih pendamping hidup. Setelah masing-masing peserta mendapatkan pasangan, mereka diminta memulai ekshibisi kencan dengan mengunjungi satu per satu dari total sepuluh gerai.

Di tiap gerai, mereka diberi kertas berisi persoalan-persoalan selayaknya menjalani kehidupan rumah tangga yang memerlukan diskusi, komunikasi, kebersamaan, dan kekompakan dalam mengaplikasikan asas-asas Injil yang diajarkan di gereja.

Program lainnya, presentasi dan diskusi bertajuk “The Future Today”. Di sesi ini peserta menerima paparan dari Anggota Dewan Tinggi Pasak Jakarta, Brother Manuel Meyer, tentang perencanaan masa depan yang harus dimulai hari ini. Brother Meyer mengatakan, untuk mencapai tujuan, seseorang harus membuat rencana dan setiap rencana harus disertai tekad yang kuat.

“Dengan tekad kuat, segala usaha dan risiko yang timbul akan terasa lebih ringan. Misalnya, jika ingin jadi dokter, Anda harus melanjutkan studi di ilmu kedokteran. Untuk studi di kedokteran, Anda harus mempelajari materi yang terkait dengan jurusan kedokteran. Mesti ada pengorbanan yang Anda lakukan seperti mengikuti kelas khusus. Anda harus mempersiapkan dengan matang agar hasilnya baik,” Manuel menukas. Materi ini penting agar para lajang tidak salah langkah dalam membuat keputusan-keputusan besar dalam kehidupan mereka. Keputusan yang tepat dapat memberkati hidup para lajang dan orang di sekelilingnya. 

Program terakhir, Running Saints. Dalam kegiatan ini, setiap peserta secara bekelompok menyelesaikan lima pos out-bond dan lima pos permainan. Di setiap pos, para peserta mengambil satu bendera yang bertuliskan satu sifat Kristus. Setiap sifat Kristus mewakili satu potongan gambar Bait Suci. Ketika satu kelompok berhasil mengumpulkan kesepuluh sifat Kristus, mereka dapat menyusun gambar Bait Suci yang utuh. Inti permainan ini, mengajak peserta berusaha menjadi seperti Kristus agar layak untuk membuat perjanjian yang lebih tinggi di Bait Suci.

Pejabat Area Tujuhpuluh Asia, Elder Subiantoro, yang menghadiri kegiatan ini mengingatkan, “Para lajang punya kesempatan lebih banyak untuk bertemu. Kegiatan seperti Temu Remaja Dewasa Lajang menjadi ajang menelaah kegiatan rohani dan membangun kebersamaan di antara mereka.”

Sementara itu, pengawas kegiatan yang juga Penasihat Kedua Presidensi Pasak Jakarta, Brother Handson Limbong, mengimbau para peserta agar mengikuti seluruh kegiatan dengan saksama. “Manakala diminta menggunakan gadget saat mengikuti pelajaran dan diskusi untuk tujuan tertentu, seperti membuka tulisan suci, lakukan. Jangan sampai selama sesi pelajaran dan diskusi berlangsung, Anda terusik karena menggunakan gadget untuk tujuan lain,” Brother Handson menyampaikan. 

Pada acara ini, perwakilan Dewan Urmas Nasional Indonesia (INPAC) Bidang Media, Poliman Harsono, berkesempatan menerangkan peran aktif Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir di Indonesia terkait urusan masyarakat dan hubungan dengan pemerintah. Melalui sesi presentasi dan tanya jawab, ia mengundang para lajang untuk ikut dalam kegiatan urmas sesuai kapasitas masing-masing.

Temu Remaja Dewasa Lajang Multipasak 2018 sukses menyampaikan pesan-pesan rohani melalui ceramah, diskusi, dan paparan perencanaan masa depan yang dipadu dengan kegiatan-kegiatan menarik. Diharapkan rangkaian kegiatan ini dapat membuat peserta lebih siap untuk memasuki tahap kehidupan selanjutnya yakni bekerja, memilih pasangan hidup, menikah, berumah tangga, dan berkeluarga. “Mudah-mudahan setelah ini terbangun kesamaan pandangan dalam wawasan kekekalan,” harap Sesi dan Aminta.

 

Catatan Panduan Gaya:Ketika melaporkan tentang Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir, mohon gunakan nama lengkap Gereja dalam rujukan pertama. Untuk informasi lebih lanjut mengenai penggunaan nama Gereja, pergi ke panduan gaya daring kami.Panduan Gaya.