Gereja Galang Kerjasama Lintas Iman Untuk Bantuan Gempa Lombok

Berita Terkini
 

Gereja Yesus Kristus Dari Orang–Orang Suci Zaman Akhir (GYK OSZA) melalui LDS Charities kembali mendistribusikan bantuan kemanusiaan ke sejumlah desa yang tersebar di empat kabupaten di Pulau Lombok, Provinsi NTB hari Sabtu, 01 September 2018. Ini adalah kali kedua Gereja mendistribusikan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat di Pulau Lombok yang terkena dampak gempa berkekuatan 7,0 SR yang mengguncang pulau tersebut pada akhir Juli dan pertengahan Agustus lalu.

Bantuan berupa tenda, perlengkapan sekolah, peralatan kebersihan dan kesehatan untuk dewasa dan anak-anak, perkakas rumah, serta generator dikemas dan dipersiapkan oleh anggota Gereja Yesus Kristus Dari OSZA Distrik Surabaya. Bantuan kebutuhan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, dan air minum, juga lima ratus buah Al-Qur’an yang diperlukan untuk penyembuhan trauma pascagempa diadakan secara lokal di Kota Mataram. Sedikitnya lima unit truk berukuran sedang dikerahkan untuk mengangkut seluruh bantuan tersebut. Truk - truk pengangkut menempuh perjalanan darat dan laut selama tiga puluh tujuh jam untuk mencapai posko utama distribusi di Kota Mataram. Untuk distribusi tahap kedua ini, Gereja didukung oleh beberapa lembaga dan organisasi keagamaan di Lombok. 

Kerjasama dengan NU Peduli, GP Ansor, dan PGI Wilayah NTB

Jalinan komunikasi dan kerja sama antara Gereja Yesus Kristus Dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir dengan dua organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, yaitu PBNU melalui Nahdlatul Ulama Peduli (NU Peduli) dan Persekutuan Gereja Indonesia Wilayah (PGIW) Provinsi Nusa Tenggara, menjadi kunci keberhasilan distribusi bantuan kemanusiaan ke sejumlah posko yang tersebar di empat kabupaten di Pulau Lombok. Area 70 Asia dari Indonesia, Elder Subiantoro, sebelumnya menyampaikan agar Gereja membuka komunikasi dan dapat bekerja sama dengan pihak-pihak lain seperti NU dan PGI. “Ini adalah hal yang penting, mengingat tidak adanya jemaat maupun Gereja di Pulau Lombok. Kerja sama dengan pihak-pihak tersebut akan melancarkan distribusi ke sejumlah titik yang memerlukan bantuan,” ujar Elder Subiantoro.

Beberapa hari sebelum pendistribusian bantuan, pihak Gereja mengutus beberapa pemegang imamat untuk menemui KH. Said Aqil Siradj di kantor pusat PBNU di Jakarta. Kyai Said yang adalah Ketua Umum PBNU menegaskan dukungannya dan secara langsung meminta Lembaga Penanggulangan Bencana & Perubahan Iklim NU (LPBI NU) wilayah Lombok untuk sigap dan siap membantu Gereja dalam mendistribusikan seluruh bantuan. Beliau mengatakan, “Beberapa dari kami dan saya pribadi telah lama mengetahui tentang Orang-Orang Suci Zaman Akhir (Latter Day Saints). Kami senang akhirnya PBNU dan Gereja dapat bekerja sama. Semoga ini dapat memperat hubungan NU dengan Gereja di masa yang akan datang,” ucap Kyai Said.

Selain menjalin kerja sama dengan NU Peduli, Gereja juga berkoordinasi dengan Ketua PGI Wilayah Provinsi NTB, Pendeta Victor Hutahuruk. Melalui sebuah pesan berbasis aplikasi daring WA Pendeta Hutahuruk mengungkapkan perasaan suka-cita dapat mengenal dan bekerja sama dengan Gereja. “Kami sangat senang boleh berkenalan dengan teman-teman dari Gereja Yesus Kristus Dari OSZA. Kami merasa penting dan terpanggil untuk bekerja sama dengan semua orang yang berkemauan baik. Penanganan dan pemulihan pascagempa Lombok NTB harus kita kerjakan bersama. Sehubungan dengan hal itu, kami ucapkan terima kasih atas kerja sama PGIW NTB dengan Gereja Yesus Kristus khususnya dalam hal pendistribusian barang kepada para pengungsi. Sebagai tanda syukur yang kita terima dari Tuhan, maka kita harus terus berbuat baik kepada semua orang yang kita temui dalam perjalanan hidup kita. Salam penuh kasih,” kata Pendeta Victor Hutauruk yang kesehariaannya juga melayani jemaat GPIB Immanuel Mataram.

Apresiasi Gubernur NTB atas kerjasama lintas iman oleh Gereja

Misionari Pasutri yang mengetuai distribusi bantuan gempa Lombok sekaligus membidangi program amal dan kemanusiaan Gereja di Indonesia, Elder Roeland Lee, didampingi oleh perwakilan Dewan Urmas Nasional berkesempatan menyambangi rumah dinas Gubernur NTB, Muhammad Zainul Majdi atau yang biasa disapa TGB. Kehadiran Elder Lee adalah memenuhi undangan sarapan pagi bersama Gubernur NTB. Kepada Elder Lee, Gubernur menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam atas perhatian dan bantuan kemanusiaan yang Gereja telah upayakan melalui LDS Charities. Gubernur juga menyampaikan pemulihan pascagempa Lombok perlu melibatkan banyak pihak dan dilakukan bersama-sama. “Saya berterima kasih atas perhatian dan bantuan dari LDS bagi masyarakat Lombok. Apalagi ditengah isu negatif dan sentimen keagamaan, kita bersama-sama menyaksikan sebuah kerja sama apik antara Gereja dengan NU dan PGI Wilayah NTB. Saya tidak pernah ragu terhadap kerja sama lintas iman. Apalagi kerja sama itu adalah dengan NU. Ini menunjukkan bahwa rasa kemanusiaan berada di atas segalanya,” ujar Gubernur. 

Menanggapi ucapan Gubernur, Elder Lee menyampaikan terima kasih dari Gereja dan LDS Charities atas kesempatan dapat membantu masyarakat Lombok. Masyarakat Lombok adalah saudara/i kami juga sebagaimana kami diajarkan. Kami memiliki beberapa program kemanusiaan yang tujuannya adalah untuk menolong dan meringankan, dalam hal ini keluarga-keluarga yang terkena dampak. Buat kami keluarga adalah kekuatan inti masyarakat, hancurnya keluarga lebih dahsyat dari kehancuran yang diakibatkan oleh gempa,” lanjut Elder Lee yang langsung disambut oleh Gubernur dengan mengulang kembali perkataan Elder Lee. “Saya berharap semua yang hadir mendengar FATWA yang barusan diucapkan, bahwa keluarga adalah inti, kehancuran keluarga lebih mengerikan dibandingkan kehancuran yang ditimbulkan oleh gempa,” tutur TGB yang diamini oleh seluruh tamu undangan yang hadir pada jamuan sarapan pagi tersebut.

Bantuan kemanusiaan Gempa Lombok diserahkan oleh Presiden Budi Susanto secara simbolis kepada Sekda Provinsi NTB, Ir. H. Rosiady Husaenie Sayuti. Di hadapan perwakilan Gereja, Bupati Lombok Barat, dan Ketua Posko NU Peduli NTB, Sekda Rosiady secara khusus berterima kasih kepada Gereja dan berharap agar Gereja melalui LDS Charities dapat kembali hadir di Lombok untuk program kemanusiaan lainnya. “Semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara/i kami di Lombok,” ujar Presiden Budi sambil secara simbolis menyerahkan bantuan untuk didistribusikan melalui NU Peduli.

Bantuan kemanusiaan Gereja di Lombok telah membuka jaringan komunikasi dengan banyak pihak. Seperti yang disampaikan Ketua Posko NU Peduli yang juga Rektor Universitas Nadhlatul Ulama (UNU NTB), Ibu Baiq Mulianah, “NU Peduli bersyukur dan berterima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Gereja dan LDS Charities. Kami tidak ragu bahwa seperti inilah mestinya kita semua saling membantu tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun kepercayaan.”

                                   

Catatan Panduan Gaya:Ketika melaporkan tentang Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir, mohon gunakan nama lengkap Gereja dalam rujukan pertama. Untuk informasi lebih lanjut mengenai penggunaan nama Gereja, pergi ke panduan gaya daring kami.Panduan Gaya.